TRIBUNNEWS.COM-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jakarta mengatakan fokus reformasi adalah industri asuransi.

Dalam hal ini, PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Jasindo mengatakan mereka siap mendukung industri. pembaruan.

Didit Mehta Pariadi dari Jasindo Insurance mengatakan bahwa dia siap untuk mendukung pengembangan industri asuransi dengan menyiapkan berbagai strategi bisnis. Diditt mengatakan dalam siaran pers pada hari Selasa, 25 Februari 2020: PHBS dan manajemen waktu- “Asuransi Jasindo mendukung pertumbuhan ini dengan menerapkan berbagai strategi untuk mempertahankan keunggulan kompetitif.”

Menerapkan strategi yang berbeda, Asuransi Jasindo dan lainnya berorientasi pada pelanggan dan memimpin budaya yang lebih besar.Perusahaan juga lebih memperhatikan pengembangan bisnis dan akuisisi bisnis baru, daripada sekadar memperbarui kebijakan yang ada. Asuransi Jasindo juga mulai memperkuat digitalisasi beberapa produk yang ditawarkannya.

Didit mengatakan bahwa asuransi Jasindo adalah sejenis asuransi umum, termasuk barang.

Nilai asuransi adalah tahunan, dan premi asuransi yang dibayarkan oleh tertanggung dalam batas waktu yang disepakati adalah transfer risiko. Itu adalah kehilangan harta benda yang dipertanggungkan.

Oleh karena itu, premi asuransi yang dibayarkan bukan merupakan surplus.

“Perusahaan Asuransi Jasindo menanggapi antusiasme OJK untuk mereformasi industri asuransi, dan juga berpartisipasi dalam kepercayaan publik yang meningkat pada industri ini,” kata Didit.

Tentang cara membangun kepercayaan publik terhadap Jasindo Insurance, Didit menjelaskan bahwa perusahaan melakukan ini dengan meningkatkan kesadaran publik tentang mekanisme manajemen risiko asuransi umum.

“Kami memastikan bahwa Jasindo Insurance telah mengungkapkan kepada publik bahwa klaim yang dibuat oleh pemegang polis sesuai dengan peraturan yang berlaku selalu relatif dapat dipecahkan.

Artikel ini telah dipublikasikan di Kompas.com dan berjudul” Tahun ini Jasindo Insurance mulai mengerjakan digitalisasi produk “