Laporan Reporter Tribunnews Fitri Wulandari-Paris TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah Prancis mengimbau produsen pesawat Airbus untuk membatasi PHK dan menggunakan dukungan negara untuk sektor penerbangan yang terkena virus corona (Covid-19). — Sekretaris Negara mengumumkan kepada Menteri Ekonomi dan Keuangan Prancis Agn├Ęs Pannier Runacher: “Oleh karena itu, saya meminta CEO Airbus Guillaume Faury untuk menggunakan Semua rencana pemerintah agar industri penerbangan datang ke Pannier Runacher. — Baca: Pesawat Airbus A320 Pakistan Airlines Jatuh dengan 107 Penumpang-Baca: Permintaan Pesawat Baru Tajam Tolak, Airbus berencana PHK karyawan-Baca: Video kedua Faury dikutip di laman “Sputnik News”, Senin (1/7/2020). Faury mengatakan, Senin bahwa Airbus berencana mengurangi pasokan dan produk Jumlah perusahaan akan berkurang 40% dalam waktu dua tahun.

Perusahaan juga akan memberhentikan ribuan karyawan karena penurunan tajam produksi akibat pandemi.

Sebelumnya, pemerintah Prancis mencanangkan rencana penyelamatan sebesar 15 miliar euro pada Juni 2020 Atau setara dengan paket US $ 17 miliar dari industri penerbangan Lahr (Amerika Serikat). Fokus programnya adalah memberikan dukungan untuk penyelamatan perusahaan seperti Air France, Airbus dan pemasok komponen utama Perancis. Sejak pertengahan Maret, Prancis telah memberlakukan pembatasan perjalanan.