Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan kepemilikan asing dan non-asing di industri perbankan bukan lagi persoalan ekonomi. — Anung Herlianto, Direktur Eksekutif Riset dan Pengawasan Bank OJK, mengatakan penting bagi mereka untuk memasukkan modal ke Indonesia guna meningkatkan kapabilitas bank lokal. Ia mengatakan dalam webinar pada Kamis (2020/7/07). Modal mereka.

Kemudian, selama modal mereka terus bertambah, mereka tidak akan bisa mengembalikan keuntungan mereka atau mengambilnya setiap saat. — Bersamaan dengan itu, terkait regulasi kepemilikan bank, terdapat regulasi OJK (POJK) No. 56 tahun 2016 dan POJK No. 12 tahun 2020 tentang merger yang gagal mengatasi masalah likuiditas Bukopin – dua pilar regulasi tersebut digunakan untuk membantu investasi asing. Berinvestasi di bank domestik.

Anung menambahkan, meskipun kapasitas pemilik sebelumnya cukup untuk mengembangkan bank, tidak mungkin memisahkan masalah perbankan saat ini dari properti.

“Tapi pada titik tertentu, pemilik harus mulai tumbuh karena bank, anak (bank), risikonya menjadi lebih tinggi, tetapi tidak ada yang tidak dapat mendukung kinerja bank. Jika demikian, Anda perlu waspada Dan serahkan pada mereka yang mampu meraih nilai buku lebih baik, ā€¯pungkasnya.