Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Wabah pandemi Covid-19 di awal tahun 2020 telah melemahkan perkembangan UMKM.

Oleh karena itu, UMKM harus mampu beradaptasi dengan keadaan saat ini, terutama dengan mengoptimalkan teknologi dan memanfaatkan peluang pasar. -Untuk memberikan ruang belajar bagi peserta UMKM di Indonesia, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) merancang program AKADEMI UMKM APIINDO untuk membantu UMKM / IKM menghadapi tantangan bisnis yang semakin berat. Dan secara rutin menyelenggarakan webinar setiap hari Rabu untuk membahas berbagai masalah yang berkaitan dengan strategi pengembangan bisnis.

Minggu ini, Rabu, 18 November 2020, webinar APINDO UMKM AKADEMI akan mengangkat tema mengetahui bahwa sistem barcode mengganggu jaringan ritel modern. -Penggunaan barcode QR semakin meningkat di era pandemi ini- guna menekan penyebaran virus corona, transaksi nontunai menjadi semakin andal. –Hanya dengan memindai barcode maka otomatis proses transaksi dapat diselesaikan.

Dalam perubahan sistem pengadaan publik digital, pembuatan barcode kini menjadi penting untuk diterapkan dalam sistem transaksi (termasuk retail) yang mendukung efektivitas, efisiensi dan keamanan. Diharapkan para pelaku UMKM dapat menerapkan barcode sebagai sistem yang sangat diperlukan dalam proses transaksi modern.

Webinar ini akan mengundang pembicara ahli, Duta Kallingga Pratam Rusli, Direktur Bisnis dan Strategi, dan Chief Executive Officer ASYX Supply Chain Finance. Host dan Lissia Erza dari APINDO Entrepreneur Development Committee.

Acara webinar sendiri akan diadakan pada tanggal 18 November 2020 (Rabu) mulai pukul 15.00-17.00. WIB, Live on Zoom dan TopKarir.

Ini gratis dan terbuka untuk umum, dan orang-orang dapat mendaftar melalui tautan https://bit.ly/daftarUMKM-akademi dan mendapatkan sertifikat elektronik, kewirausahaan, dan hubungan interpersonal. (*)