Reporter Tribunnews.com Laporan Reynas Abdila-Jakarta-PT Akunaku Finance Indonesia menyebutkan hingga Juli 2020, pihaknya telah merestrukturisasi 13.876 debitur dengan total pinjaman Rp 47,3 miliar.

CEO Akulaku Finance Indonesia Efrinal Sinaga mengatakan total pelanggan yang meminta perbaikan mencapai 36.478 pelanggan.

Namun karena “standar dan dokumentasi yang kurang memadai, tidak semua persyaratan telah disetujui.

” Perseroan sedang melaksanakan instruksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait kebijakan restrukturisasi dan pelonggaran. Penerapan kebijakan ini juga proses pemutakhiran data konsumen sesuai ketentuan OJK, ”ujarnya kepada wartawan, Selasa (28/7/2020).

Baca: BCA mencatatkan pertumbuhan kredit 5,3%, namun laba rendah. , Rp 12,2 triliun-Ia berharap kebijakan ini dapat membantu meringankan debitur yang terkena pandemi COVID-19. Akulaku Finance Indonesia melakukan reorganisasi. -Hamdi mengaku telah mendapatkan informasi terkait dari rekan-rekannya Santai informasi pinjaman, dan menerima pemberitahuan melalui pemberitahuan atau pemberitahuan langsung atas permintaannya.

“Selama pandemi, dua bulan menunggak dan tidak ada pembayaran. Saya tidak membayar, katanya, setoran apa pun yang dilakukan April lalu.