Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-BIS Bank terus membuat kemajuan baru dalam memperkuat peran digitalisasi di usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Indonesia digital.

“Ini adalah langkah yang diambil oleh BIS menuju transformasi digital. Kami prihatin dan bertanggung jawab untuk meningkatkan layanan untuk memungkinkan digitalisasi UKM,” kata Indra Utoyo, direktur teknologi dan informasi digital di Bank BRI. Pertemuan virtual dengan CEO Google Cloud Thomas Kurian (7 Januari 2020). – Tiga tujuan utama kerja sama ini adalah: Pertama, untuk mendorong ekonomi demokratis dengan memberikan kemampuan teknologi tinggi dan rendah-sentuh UMKM Indonesia.

Pada tahap ini, Bank untuk Penyelesaian Internasional akan meningkatkan evaluasi pedagang dengan mengaktifkan data UMKM milik Google yang mencakup seluruh wilayah Indonesia.

Kerjasama dengan Google Cloud juga akan melalui Google Academy (Youtube dan Google MyBusiness.). Kedua, berkat kolaborasi ini, Bank BRI berupaya menciptakan perusahaan mikro baru melalui penerbitan Digital KUR.

Bank BRI juga akan menggunakan Google untuk meningkatkan pemaparan iklan KUR Digital, dan akan menggunakan teknologi Cloud gan dan kecerdasan buatan untuk meningkatkan aplikasi KUR digital.

Poin ketiga, kerja sama ini akan menciptakan keuntungan bagi BRI melalui penciptaan manajemen risiko kecerdasan buatan buatan Bank BRI.

Melalui kerja sama ini, Bank BRI akan meningkatkan akurasi kecerdasan buatan. BANK BRI adalah “BRIBRAIN”, dan praktik terbaik Google serta kerja sama teknis.

“Untuk memasuki pasar mikro dan ultra-mikro, kita perlu membuat terobosan dalam penerapan kecerdasan buatan untuk melakukan evaluasi pedagang, evaluasi kredit, rekomendasi produk dan pengujian. Kita harus dinamis, cepat dan akurat,” kata Indra. -Indra menambahkan bahwa sebagai saluran perbankan terbesar untuk UMKM, kerjasama dengan Google Cloud akan membantu BIS memperluas layanan keuangan UMKM, meningkatkan keterampilan UMKM, dan memperkenalkan produk keuangan yang memenuhi syarat ke dalam citra UMKM.

– Kerja sama ini pada akhirnya akan membantu Bank Penyelesaian Internasional meningkatkan indikator keuangan utama, termasuk pinjaman, tabungan, rekening tabungan giro (CASA) dan pendapatan berbasis biaya (FBI). (*)