Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang bersiap mengoperasikan jalan tol sepanjang 131,48 km (Pekanbaru-Dumai). -PUPR melakukan Uji Kelayakan Fungsi (ULF) yang dilaksanakan di Minas-Kandis Selatan seksi 2 sampai Duri Utara-Dumai seksi 6.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan kecepatan maju fisik tol tersebut mencapai 99,07%, yang saat ini ditargetkan dapat beroperasi penuh dalam waktu dekat.

Baca: Sebuah Pesawat di Tol Meksiko Kebakaran, dan Polisi Temukan Kokain dari Kokain senilai 70 Miliar Rupiah

Baca: Pembangunan Tol Yogya-Cilacap Direncanakan Mulai 2022

Baca: Longsor di jalan tol foto HOAKS disebut tol Ungaran, sebenarnya terjadi di Taiwan.

“Keberadaan tol ini akan meningkatkan konektivitas antara Ibu Kota Provinsi Riau dan Kota Dumai, kota pelabuhan dengan industri minyak dan pangan yang maju,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis. (09/07/2020) .

Basuki menjelaskan, jalan tol yang terkoneksi dengan area produksi akan menekan biaya logistik.

Selain itu, dapat meningkatkan daya saing produk dalam negeri sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan membangun pusat ekonomi baru di Sumatera.

“Tol ini memperpendek jarak Pekanbaru-Dumai menjadi 131 kilometer, dan jika melewati jalan tol nasional akan mencapai 200 kilometer. Saya kira truk pengangkut sawit dan material lainnya bisa dipertimbangkan Mengemudi ke jalan tol karena cuaca, “kata Basuki.

Sedangkan tol Pekanbaru-Dumai meliputi enam bagian, yaitu bagian pertama Pekanbaru-Minas 9,5 kilometer, bagian kedua Minas-Peta Pahan 24,1 kilometer, bagian ketiga Petapahan-Candi Utara Duri Selatan-Duri Utara sepanjang 29,4 kilometer di triwulan kelima, dan Duri Utara-Dumai berjarak 25,44 kilometer di triwulan keenam, dan Duri Utara-Dumai berjarak 25,44 kilometer, dengan 10 kilometer. Tempat istirahat dan pelayanan (TIP), diantaranya 5 TIP di Kota Pekanbaru dan 5 TIP lainnya di Kota Dumai.