Laporan Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah Indonesia memberikan insentif kepada industri untuk mendorong perekonomian nasional bergeser dari Covid-19. -Kepala Badan Kebijakan Fiskal Febrio Kacaribu menyatakan sebagai bagian dari “Rencana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), pemerintah mengalokasikan anggaran lebih.” Lebih dari 600 miliar rupiah digunakan untuk mengobati Covid-19. , Pemerintah mengalokasikan 120,61 triliun rupee untuk rencana insentif bisnis.

“Sayangnya yang menerima insentif usaha masih belum menjadi pilihan terbaik. Dari total anggaran sebesar 120,61 triliun rupiah, insentif pajak yang direalisasikan bagi pelaku usaha baru sudah mencapai 6,8%,” kata Febrio. Demikian disampaikan dalam webinar yang diadakan pada Rabu (24 Juni 2020). : Akibat Covid-19, Keluarga Sandiaga Sebut dan UMKM harus menjadi prioritas utama dalam menyelesaikan permasalahan ekonomi

baca: Sri Mulyani menyerukan agar perekonomian Indonesia dilanda resesi jika ini terjadi

baca: Ketua MPR: Perekonomian Pancasila menjadi arah perekonomian global pada Mei — Febrio mengakui paket stimulus fiskal ini masih menghadapi berbagai tantangan di tingkat operasional.

Dikatakannya, penggunaan insentif oleh pelaku usaha dan pembiayaan perusahaan masih jauh dari pilihan terbaik. Dia berkata: “Banyak pembayar pajak yang pintar, tetapi mereka belum memintanya.”