Laporan reporter Tribunnews.com Hendra Gunawan

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-“Normal baru” masyarakat Indonesia diharapkan segera mengarah pada lebih cepatnya monetisasi investasi Telkom di infrastruktur digital, karena peran teknologi informasi sangat strategis. Untuk mengatasi realisasi jarak fisik.

Heru Sutadi, Direktur Institut Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia, mengatakan selama lima tahun Telkom banyak berinvestasi untuk membangun infrastruktur digital (SKKL) menggunakan satelit, sistem komunikasi kabel maritim lokal dan internasional, berupa BTS dan kabel optik. Berjalan hingga mil terakhir dan jangkau aplikasi yang mendukung gaya hidup digital.

Bacaan: Telkom Bersiap Jalani Adegan Normal Baru Usai Idul Fitri

Bacaan: Bersiap Menjalankan Idul Fitri Baru Dalam Kondisi Normal, Telkom Bentuk Kelompok Kerja Tak Bernyawa

“Di era pembatasan sosial skala besar (PSBB), kita baru merasakan manfaat infrastruktur yang dibangun Telkom atau operator. Tatin ya, mungkin permintaan sekunder, sekarang permintaan utama. Dia pada Senin (2020) 1 Juni) menyebutkan bahwa konsistensi investasi besar di infrastruktur digital akan kembali lebih cepat.

Ia berharap meski terjadi pandemi, Telkom akan selalu mengeluarkan belanja modal dalam jumlah besar untuk membangun infrastruktur. Digital, mengetahui popularitas telah mengubah semakin banyak kenyamanan orang dengan teknologi digital

“Sayang sekali mendengar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan diperingatkan oleh ibunya bahwa tidak ada koneksi internet untuk perilaku belajar. Sekarang, Anda bisa melihat kedatangan Telkom Infrastruktur digital desa akan memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada dengan sebaik-baiknya.

Mengutip laporan keuangan Telkom tahun 2019, total belanja modal perseroan pada 2019 adalah Rp36,59 miliar, menyumbang 27% dari total pendapatan.

Belanja modal ini terutama digunakan untuk meningkatkan kapasitas digital dengan terus membangun infrastruktur broadband termasuk BTS 4G LTE, jaringan akses serat rumah, jaringan tulang punggung serat bawah laut dan terestrial. , Sebagian juga memenuhi kebutuhan bisnis menara Ia menyimpulkan: “Jika melihat lima tahun terakhir, belanja modal Telkom selalu dialokasikan sebesar 25% dari total omset. Keberanian mengalokasikan belanja modal sebesar itu menjadikan Telkom jalan yang tepat untuk menjadi perusahaan telekomunikasi digital.” Halo, ini sudah matahari terbenam, itu bukan hal yang benar. Inovasi digital masa depan sedang berkembang dan maju. Karena itu, jika operator bisa bersaing dan bertahan dalam kondisi yang ada, tetap bisa bertahan, ”ujarnya Rp 18 triliun.