JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Keuangan memastikan Indonesia akan mengalami resesi tahun ini.

Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan negatif pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II yaitu 5,32%, dan diperkirakan akan kembali negatif pada triwulan III. -Namun, Direktur Biro Kebijakan Anggaran Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menyatakan akibat pandemi virus corona (Covid -19). – Baca: Tanda-tanda Indonesia sudah memasuki resesi sejak awal tahun ini

Baca: BKF Syekh tersebut melihat resesi untuk pertama kalinya selama krisis 1998 – data dari perhitungan Bank Dunia Bank India. –Febrio mengatakan dalam konferensi video pada hari Jumat: “Pada tahun 2020, Bank Dunia telah menghitung bahwa lebih dari 92% negara di dunia akan mengalami pertumbuhan negatif, dan 92% di antaranya berada dalam krisis.” / 25/2020).

Pada saat yang sama , Dampak ekonomi pandemi Din Indonesia tidak separah negara lain.

Meski demikian, Febrio mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan Indonesia bisa mengatasi dampak Covid-19 terhadap kinerja perekonomian.

“Diantaranya, Indonesia relatif moderat, mungkin oh, awal.“ Menurut Anda, apakah Indonesia relatif efektif dalam mengatasi dampak Covid-19 terhadap perekonomian? ”Ujarnya.

Pemerintah juga menghabiskan 696,2 triliun dolar AS tahun ini. Anggaran untuk menggairahkan perekonomian. Di Indonesia, perhatian Bank Dunia.