Laporan koresponden Tribunews Malvyandie Haryadi-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pemimpin Ekonomi Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) dan Wakil Direktur Departemen Pembangunan Ekonomi dan Sosial Maximo Torero Cullen ) Dikatakan bahwa krisis pangan global dapat disebabkan oleh penerapan karantina atau blokade regional untuk mengatasi virus corona.

Indonesia akan menghadapi beberapa tantangan di bidang pangan. BMKG memprediksi 30% wilayah Indonesia akan lebih kering dari biasanya.

Berdasarkan laporan yang diterima menteri Presiden Joko Widodo (Joko Widodo) dari menterinya, masih banyak terjadi kekurangan pangan di beberapa provinsi. 7 provinsi, 11 provinsi kekurangan stok jagung, 19 provinsi kekurangan cabai bubuk, 22 provinsi kekurangan ayam dan telur, 30 provinsi kekurangan stok gula, dan 31 provinsi kekurangan bawang putih. Harga pangan di Indonesia sedang meroket, ”kata Yudi Sushariyanto, Kepala Inspektur Koperasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Purn), dalam keterangannya kemarin (23 Juni 2020). – Menanggapi situasi tersebut, Sari Pramono, Direktur Biro Pangan Inkoppol (RPI), mengatakan Ia dan RPI telah bekerja keras untuk menjaga kestabilan harga pangan di Indonesia. Caranya adalah dengan terjun ke pasar gula. Menurutnya, gula pasir merupakan salah satu komoditas terpenting dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Dalam beberapa bulan terakhir ini gula Kekurangan tersebut terutama di Jabodetabek. Di pusat perbelanjaan, pasar kecil, dan situs belanja dan penjualan online, harga 1 kg gula pasir berkisar antara Rp 17-25.000. Harga Rumah Pangan Inkoppol lebih rendah dari pasaran, yakni harga gula pasir putih 1 kg 14.500 rupee, ”imbuhnya. -Baca: Untuk Menunjang Swasembada Pangan, Enam Kapal Peternak Dilanjutkan Saat Pandemi Covid-19 Operasional – Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Cabang Kesembilan menjelaskan, Inkoppol Food House juga menawarkan sembako dan makanan lainnya dengan harga lebih murah.Dengan menyediakan produk, RPI berinteraksi langsung dengan usaha kecil menengah dan Para petani bekerja sama untuk terus menjamin ketahanan pangan di Indonesia.

“Kami menjual makanan lain seperti beras, minyak kelapa, masakan, daging dan mie instan dengan harga di bawah harga pasar. “Karena dipasok ke UMKM dan petani, harganya murah karena tidak melalui tengkulak. RPI berharap bisa membantu masyarakat Indonesia menjaga kestabilan harga pangan dan memberikan kontribusi yang lebih besar ke depan,” pungkasnya.