Laporan pers Tribunnews, Malvyandie Haryadi-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Usai Popup disetujui DPR RI pada 12 Mei 2020 Nomor 1/2020, pemerintah menyusul Dikeluarkan di Rencana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). -Pasar bereaksi relatif positif terhadap kebijakan ini Seperti yang ditunjukkan oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), indeks diperdagangkan dengan stabil di sekitar 4.500, dan kadang-kadang mencapai 4600.

Nilai tukar rupee terhadap dolar AS telah stabil di kisaran Rp 14.700. Penilaian itu dilakukan karena pasar menilai pemerintah memiliki kelonggaran yang cukup untuk merumuskan rencana pemulihan ekonomi yang mandiri untuk tiga tahun ke depan.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Pemuda Indonesia Dana Investasi UKM Keuangan dan Perbankan Ahmad Adisuryo (Ahmad Adisuryo) mengatakan bahwa rencana PEN merupakan rancangan pemerintah 6,41 juta. Seratus juta dolar AS.

Baca: Penumpang penerbangan domestik di Bandara Soetta kini harus memiliki SIKM

mengacu pada produk domestik bruto (PDB) Indonesia 16 triliun dolar AS, program hanya menghimpun dana sekitar 4%, dan Covid- Dibandingkan dengan anggaran negara lain di 19 pandemi, rasio ini relatif rendah.

Baca: Anies Diminta Tak Ke Jakarta Jangka Waktu Pertama, Ia Mengatakan: “Mesin ekonomi keliling yang diharapkan pemerintah bisa menjadi pengungkit ekonomi yang sangat besar.” Jurusan Ike Universitas Negeri (BUMN) dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Seolah bermain spekulasi, pernyataan tertulis Djokovy tentang kebijakan Corona berbunyi: “BUMN telah menerima hibah hampir US $ 150 triliun, yang merupakan bagian dari penguatan struktur permodalan dan penguatan peran BUMN sebagai penggerak ekonomi.” Lanjutnya. Katakan, di Jakarta, Selasa (26/5/20202). – Dana UKM akan mendapat jaminan kredit pemerintah untuk menjaga likuiditas pelaku komersial UKM yang berkontribusi terhadap PDB. Sekitar 60% pada 2019.

Baca: Jokowi mengomentari Bekasi, penerapan standar baru akan melibatkan TNI-Polri