JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Dalam penyidikan dugaan suap proyek fiktif PT Waskita Karya Tbk (WSKT), harga saham perusahaan konstruksi milik negara itu masih direvisi dalam transaksi hari ini (27/7). Indeks harga (IHSG) naik 0,35% pada hari perdagangan pertama.

Hingga penutupan hari pertama perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) siang tadi, harga saham perusahaan konstruksi kompak milik negara itu anjlok. Ambruk Akibat Kasus Korupsi Proyek Fiktif-Baca: Saat Bekerja di Jalan Lintas Timur Sumatra, Adhi Karya Dirikan Cabang PT Jalintim Adhi Abipraya-Baca: KPK Putuskan Kasus Korupsi Fiktif Tersangka mantan Dirut Jasa Marga-misalnya, harga saham WSKT turun 4,23% pada perdagangan hari pertama menjadi Rp 680 per saham. Akhir pekan lalu, harga saham WSKT turun 2,74%.

Pada saat yang bersamaan, harga saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) direvisi 0,81% menjadi Rp 1.220 per saham. Jumat lalu, harga saham WIKA turun 1,99% menjadi Rp 1.230 per saham.

Di saat yang sama, harga saham PT Adhi Karya Tbk (ADHI) turun 0,78% menjadi Rp 635 per saham. Operasi selama transaksi pertama. Akhir pekan lalu, harga saham ADHI juga turun 0,78% menjadi Rp640 per saham.

Pada saat yang sama, harga saham PT PP Tbk (PTPP) turun 2 atau 39% menjadi Rp 1.020 per saham. Hingga Jumat, harga CPTP juga anjlok 2,34% menjadi Rs 1.045 per saham – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menunjuk lima tersangka korupsi di proyek virtual PT Waskita Karya Tbk (WSKT).

Kelima tersangka tersebut adalah Desi Arryani yang merupakan mantan Kepala Divisi Tiga Waskita Karya, dan juga mantan Dirut PT Jasa Marga Tbk (JSMR); Jarot Subana, Mantan Kepala Departemen Pengendalian PT Waskita Karya Divisi 3, kini menjadi Ketua Umum PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP).

Selain itu, Fakih Usman, mantan manajer proyek dan direktur departemen pengendalian hingga divisi tiga Waskita Karya. -Mengenai dua tersangka lainnya yang sebelumnya disebut sebagai tersangka pidana, yakni mantan Kepala Divisi II Waskita Karya Fathor Rachman dan Kepala Departemen Keuangan dan Risiko II Waskita Karya Yuly Ariandi Siregar.

Lima tersangka kriminal dicurigai melakukan suap. Antara 2009 dan 2015, sebuah proyek virtual telah dilaksanakan di Distrik II Waskita Karya, dan total kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp. 20,20 Miliar .

Artikel ini telah tayang di KONTAN dengan judul: Harga Saham Emiten Konstruksi BUMN Jatuh Akibat Korupsi Proyek WSKT