Laporan Reporter Tribunnews Choirul Arifin

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Terbitnya Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 12/2019 merupakan layanan transportasi markas yang sangat positif bagi mitra pengemudi roda dua yang melamar. perusahaan.

Munculnya regulasi ini dinilai memberikan unsur keadilan terutama pada sistem suspensi.

Research Institute for Economic Development (RISED) yang baru-baru ini diterbitkan menunjukkan bahwa menghormati hak mitra adalah salah satu aspek terpenting dari Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No. 12/2019, yang melibatkan Melindungi keselamatan pengguna sepeda motor yang digunakan untuk kepentingan umum. -Dengan keluarnya peraturan ini, mitra transportasi online mengaku mendapatkan banyak manfaat dari peningkatan keselamatan dan menciptakan sistem penangguhan yang lebih adil.

“Aturan yang jelas dan menghormati hak Perusahaan aplikasi harus benar-benar menghormati mitra untuk melindungi mitra dan pengguna jasa.”

Baca: Kisah Cinta Beruju ng Happy 2 Sopir Ojol, Teman Grup WA Atribut Ojol dapat Anda gunakan untuk pernikahan- “Dampak positif dari aturan ini juga merupakan wujud eksistensi bangsa yang dapat menjamin penghormatan terhadap hak mitra pengemudi dan keberlangsungan industri transportasi online,” Rumayya Batubara, SE, M. Reg. . Ph. Ketua tim peneliti RISED. D dalam siaran pers yang dikeluarkan Rabu (9/09, 2020). -Rumayya menjelaskan, model kemitraan dan suspensi ini menjadi salah satu elemen utama para mitra pilot untuk membicarakan kendaraan roda dua, selain dari tarif.

Oleh karena itu, para mitra roda dua pemohon sangat percaya diri, baik Gojek maupun Grab yakin bahwa regulasi tersebut telah menciptakan sistem yang adil bagi mereka dan pasti akan berdampak positif. Ini menunjukkan sistem yang lebih adil dan lebih transparan. 3.200 mitra dua putaran Grab dan Gojek di 16 kota besar termasuk Jabodetabek, Palembang, Surabaya dan Makassar diselidiki. lain.