TRIBUNNEWS.COM-PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan BNI yang melibatkan penyediaan instrumen pembiayaan hingga Rp750 miliar. Termasuk ULaMM dan PNM Mekaar dari perusahaan ultra-mikro, mikro, kecil dan menengah.

Sunar Basuki, executive vice president PT PNM (Persero), mengatakan: “Ini merupakan kerjasama yang berkelanjutan antara PNM dan BNI, bertujuan untuk mencapai tujuan bersama yaitu pemberdayaan usaha ultra mikro dan kecil. Dan menengah. Terutama pada pandemi yang kita hadapi. , UKM adalah salah satu daerah yang terkena dampak paling parah.

Dia melanjutkan: “Hingga Juli 2020, PNM memberikan pelanggan PNM Mekaar dan ULaMM dengan Rs 10,02 crore. “–Jumlah ini menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Alasan utama penurunan itu adalah pandemi PNM menargetkan untuk membayar dana minimal Rp 10 triliun dalam sisa lima bulan. Secara keseluruhan, pada tahun 2020 Total target belanja PNM adalah Rp 20 triliun. Pada Juli 2020, terdapat total 6.458.121 nasabah.

PNM tidak hanya berkomitmen untuk memberikan pembiayaan, tetapi juga berkomitmen pada program pengembangan kemampuan usaha (PKU) yang dilaksanakan secara online Bantu pelanggannya selama epidemi.