TRIBUNNEWS.COM, PROBOLINGGO-Hidup di lereng Gunung Argopuro (Jawa Timur) yang sulit dilaporkan tak menghalangi Manis (25) berjualan secara online. Sejak pandemi, penjual kopi asal Probolinggo ini fokus mengembangkan toko online miliknya “Jualan Masboy”. Saya kembali ke kampung halaman saya dan memulai bisnis. Manis menjelaskan: “Dia sendiri menggunakan saluran online …. Kemudian dia menjual kopi hasil panen petani lokal. Melalui upaya ini, Manis bertekad untuk membuat petani kopi di desanya lebih sejahtera. Dia berkata: Produk petani kopi di lereng bukit memiliki akses ke berbagai saluran pemasaran. “

Manis masih memberikan kegiatan sosial kepada petani lokal tentang bagaimana menyimpan kopi dengan benar agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi. — Kemudian, dia menjelaskan upayanya untuk menjual sinyal secara online:” Rumahku Di lembah, antena tidak cukup kuat untuk menerima sinyal. Jadi saya jarang pulang. Tidak ada lagi sinyal di rumah. Terkadang dia tidur di gardu induk atau tempat tidur gantung. Dia menambahkan: “

” Jika Anda mencari sinyal seperti kemping, Anda perlu membawa kompor portabel dan mie instan.

Selain berusaha mendapat sinyal, Manis juga rela jalan kaki beberapa kilometer. Tiba di kurir terdekat. Ia bahkan berjalan sejauh 7 kilometer membawa kantong kopi 10 kg dan menyerahkan pesanan tersebut kepada kurir.

Jalanan di sana masih berbatu, jadi menurutnya lebih aman jalan kaki: apalagi saat hujan, jalanan menjadi sangat licin. Jadi lebih aman jalan kaki. Kalau tidak hujan, saya biasanya pinjam motor Anda untuk mengirim pesanan. Dia berkata: “

” Meskipun jaraknya jauh, saya tidak akan mengecewakan konsumen, saya akan tetap semangat.

“Perjuangan Manis” pelan-pelan berbuah manis. Kini hasil kopi petani lereng Argopuro dijual di pasaran. Bahkan di Kalimantan, masyarakat luas bisa menikmati jasa Manis. Ia juga berencana menambah produk olahan masyarakat desa lainnya, seperti Kain-Manis juga telah menciptakan komunitas anak muda yang putus sekolah atau tamat sekolah untuk mengembangkan produk lokal dan menciptakan kemandirian ekonomi di desanya. Tetangga melihatnya karena penjualan online. Sepertinya menganggur (hanya dengan satu perangkat) dan saya akan terus mensosialisasikan desa-desa di platform digital seperti Tokopedia dengan berbisnis untuk keuntungan saya sendiri, ”pungkas Manis.