Dilansir Selvi Mayasari, reporter TRIBUNNEWS.COM di Jakarta-Inspektur dan pengamat penerbangan Indonesia Alvin Lie mengatakan, Kementerian Perhubungan memutuskan memberikan sanksi kepada dua maskapai, yakni PT Angkasa Pura II (Persero) dan Batik Air, serta ditemukan kekurangan. Pelanggaran kesepakatan jarak.

Alvin percaya bahwa hukuman harus disertai dengan tinjauan menyeluruh dan evaluasi operasional.

“Seharusnya Kementerian Perhubungan jangan hanya menjatuhkan sanksi, bagaimana tidak bisa menjatuhkan sanksi. Lagi-lagi,” kata Alvin kepada kontan.co.id, Kamis (21/5/2020). -Tidak hanya bagi maskapai dan pengelola bandara yang terbukti melanggar regulasi, namun juga mengundang Kementerian Perhubungan untuk mengevaluasi keagenan freight forwarding AirNav Indonesia yang berperan dalam pengaturan ruang bangun perjalanan PSE. Dalam pertandingan tersebut, kebijakan Jokovy tentang Corona masih belum jelas-Alvin menyayangkan Kementerian Perhubungan hanya menghukum Maskapai Batik dengan mencabut one way pass perusahaan. Di satu rute, tetapi di beberapa sambungan.

Baca: Jokowi Turunkan TNI dan Polri untuk Terapkan Aturan PSBB kepada Warga 25 Kabupaten / Kota Ini Cuma satu periode dicabut. Bagaimana dengan keadilan? “Kata Alvin.