Reporter Tribunnews Choirul Arifin melaporkan-TRBUNNEWS.COM di Jakarta, perusahaan akuntan dan konsultan Indonesia RSM menyambut baik rencana APBN 2021 untuk mempercepat pemulihan perekonomian nasional. Mempromosikan mobilitas perusahaan dan individu.

“Insentif pajak akan sangat membantu pengusaha yang saat ini menghadapi kesulitan arus kas dan terhindar dari PHK.

Insentif juga dapat secara langsung membantu individu yang berada dalam tekanan.” Petugas Pajak RSM Indonesia Ichwan Sukardi, Sabtu ( 15/8/2020) di Jakarta. — Baca: Sebelum Diserahterimakan, Rumah atau Tanah Warisan Harus Dikenai Pajak – Ichwan Sukardi menambahkan, pemerintah harus terus pantau kebijakan penurunan tarif pajak perusahaan yang turun dari 25% menjadi 22% pada 2020 dan 2021 , Dan turun menjadi 20% pada tahun 2022 dan seterusnya. Secara khusus, pajak perusahaan untuk perusahaan publik dapat dikurangi dari 3% menjadi 19% dan 17% lagi.

Ichwan mengatakan dalam studi statistik pajak perusahaan OECD Juli 2020, banyak negara terus menurunkan tarif pajak perusahaan. Saat ini, tarif pajak perusahaan rata-rata dari 109 negara anggota OECD adalah 20,6%, dibandingkan dengan 28% pada tahun 2000.

Selain itu, 88 negara OECD telah menurunkan tarif pajak untuk perusahaan. Pajak perusahaan telah dikurangi dari 10% menjadi 20% dari 7 negara menjadi 28 negara. Selain itu, persaingan antar negara ASEAN untuk menurunkan tarif pajak perusahaan juga harus diperhatikan. Ke depan, sasaran pemerintah adalah pertumbuhan ekonomi 4,5-5,5% dan defisit anggaran 5,5% dari PDB atau 971,2 triliun rupiah.