JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menanggapi rencana aksi protes dan pemogokan yang menyasar pekerja yang menolak mengesahkan UU Cipta Karya. Ini berisiko menyebabkan penyebaran virus corona yang dapat membahayakan keselamatan pekerja dan memengaruhi produktivitas industri, “ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu, 30 September 2020.-Baca: Menteri Perindustrian menguraikan empat hal untuk mencapai tujuan tersebut. Strategi untuk mencapai rencana substitusi impor 35% pada tahun 2022-Salah satu upaya pemerintah untuk menciptakan lingkungan usaha yang lebih kondusif adalah dengan menuntaskan pengerjaan “Creation Act”. Dengan disetujuinya UU tersebut diharapkan masyarakat dapat memperoleh manfaat darinya. Dari industri Berbagai fasilitas di sektor tersebut. Industri mendukung penuh RUU penciptaan lapangan kerja ini karena mendukung partisipan untuk memperhatikan perizinan agar lebih cepat, sehingga meningkatkan investasi dan langsung menambah lapangan kerja.Pusat dari legal project juga kesejahteraan dan Proteksi. — Ia berharap RUU penciptaan lapangan kerja dapat memacu pertumbuhan ekonomi yang paling besar. Karena menurutnya setiap 1% pertumbuhan ekonomi dapat menyerap sekitar 300.000 hingga 350.000 tenaga kerja. Menperin menyampaikan dalam situasi yang membutuhkan kewaspadaan Dalam keadaan tersebut, tugas utama sektor industri adalah kesehatan tempat kerja dan produktivitas industri. Kedua faktor tersebut mendukung keadaan perekonomian. Setelah terkena dampak yang parah, diharapkan keadaan ekonomi akan terus membaik.

“Di saat yang sama, pemerintah terus bekerja keras Mengadopsi kebijakan yang dapat mendukung dan membantu komunitas bisnis. Bisa terus bertahan dan berkembang meski di bawah tekanan tinggi. Katanya,

Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sepakat menggelar aksi mogok nasional mulai 6 hingga 8 Oktober 2020. Pasca perpindahan ini akan ada sekitar 5 juta pekerja yang tersebar di ribuan perusahaan di 25 provinsi dan 300 daerah / kota. Mereka bekerja di berbagai sektor industri termasuk kimia, energi, pertambangan, tekstil, pakaian, dan pariwisata.

Pemogokan berskala nasional ini merupakan respon atas penolakan pembahasan cluster buruh dalam Comprehensive Project Act, yang selama ini menyangkut penciptaan lapangan kerja, yang selama ini dipimpin oleh Partai Progresif Demokratik dan pemerintah.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Terkait Rencana Mogok Pekerja Nasional, Ini Tanggapan Menteri Perindustrian”