Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Inventaris pemerintah melesat dari titik terendah. Bahkan, sedikitnya 9 saham BUMN menjadi pemenang terbesar pekan lalu.

Kesembilan saham tersebut termasuk PT PP Properti Tbk (PPRO) yang naik 32,08% dalam satu minggu, disusul PT Adhi Karya Tbk (ADHI) yang naik 24,39%, disusul Garuda Indonesia Tbk. (GIAA), naik 22,98%.

Baca juga: Berdasarkan rekomendasi analis, estimasi IHSG hari ini sangat rendah

Selebihnya adalah PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Waskita Beton prefabrikasi Tbk (WSBP), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) ), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Kanaka Hita Solvera Janson Nasrial, Senior Vice President of Research, menjelaskan sejauh ini masuk dalam 9 besar Di antara para pemenang, hanya laba per saham (EPS) TLKM yang meningkat.

“Kinerja keuangan TLKM sangat luar biasa. Selebihnya lebih pada ekspektasi kinerja yang positif. Pada 2021,” kata Janson (Janson), Senin (23/11).

Harapan dan harapan ini akan mengalirkan sejumlah besar dana asing ke Indonesia, dan yang terpenting, kami berharap vaksin Covid 19 dapat didistribusikan ke seluruh Indonesia secepatnya, yang akan mengembalikan permintaan yang kuat. Seperti GIAA, sisanya melibatkan lebih banyak rekayasa keuangan, yang dapat meningkatkan hasil bersih dengan membuang aset. Tapi bagi saya karena alasan financial engineering maka diharapkan kinerja yang baik. Saya tidak merekomendasikan emiten karena pertumbuhannya tidak organik, “kata Jansen. -Jensen berharap saham-saham perusahaan yang memiliki kinerja keuangan baik dalam 9 bulan terakhir Covid- Setelah 19.

Langkah-langkah yang disarankan antara lain TLKM dengan target harga Rp 4.500, yang masih didorong oleh pekerjaan dari rumah untuk mendorong pertumbuhan penggunaan kendaraan data. -Lalu, target harga AWPB adalah Rp 2.800, Rp. PPRO 100, PGAS Rp 1.800 dan ADHI Rp 1.200 Mereka masih memiliki prospek pengembangan yang bagus karena rebound permintaan di tahun 2021. Diharapkan penyaluran vaksin dan aliran modal asing akan datang – terutama karena kemenangan Joe Biden. Politik luar negeri lebih sentralistik, sehingga mengurangi ketidakpastian pasar — ​​artikel ini disiarkan di Kantan, dengan tajuk: Badan Usaha Milik Negara Bersatu, Kenapa?