JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Lembaga Penelitian Pengelolaan Dana Bergulir Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) melaksanakan kebijakan yang longgar dan lunak berupa rencana restrukturisasi pinjaman / dana bergulir pelaksanaan koperasi untuk menerima dana bergulir dari koperasi sebagai tanggapan terhadap Covid-19 Dampak ekonomi dari epidemi. -Tidak kurang dari 40 koperasi telah mendapatkan fasilitas restrukturisasi dengan nilai khusus sebesar Rp 181,2 miliar.

Sejak awal pandemi yang bergejolak hingga Mei 2020, koperasi-koperasi ini telah mengajukan permohonan reorganisasi ke LPDB-KUMKM. Saat pandemi Covid-19, LPDB-KUMKM akan segera melakukan restrukturisasi pinjaman / pembiayaan 40 koperasi yang terkena dampak langsung, ”kata Direktur Utama Supomo LPDB-KUMKM.

Supomo mengatakan kebijakan restrukturisasi tersebut Pembayaran pokok dan bunga koperasi yang menerima dana sorong akan ditunda hingga 12 bulan ke depan paling lambat pelaksanaannya.Jika semua dicentang, restrukturisasi utang semula dijadwalkan pada bulan Juni r / disediakan modal kerja untuk 40 koperasi, Standar penerima manfaat dari lembaga yang direorganisasi meliputi koperasi kementerian dan usaha kecil dan menengah -termasuk mitra LPDB-KUMKM, yaitu badan hukum, koperasi dan UMKM yang perusahaannya secara langsung atau tidak langsung terkena Covid-19, tetapi masih Ada kewajiban utama mitra untuk mencicil, ”kata Supomo.