Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Indeks saham gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami tren terbatas pada Jumat (10/9/2020).

Sebelumnya IHSG ditutup naik 50% menjadi 393,14 poin atau naik 0,7%.

Hans Kwee, Direktur Anugerah Mega Investama, mengatakan meski sentimen positif akibat rencana perdagangan stimulus AS yang sedang berlangsung dapat mendorong pergerakan pasar, protes berskala besar yang terjadi kemarin mungkin saja terjadi. Tren IHSG bakal menekan selama akhir pekan. Masih menunggu rencana stimulus AS. Tapi protes besar-besaran kemarin akan menekan tren indeks hari ini, dan kemungkinan akan dibatasi, ”kata Hans kepada Kompas.com, Jumat (10 September 2020). Gedung Putih mengundurkan diri, menarik diri dari negosiasi stimulus, dan berencana untuk Masing-masing industri memberikan langkah-langkah stimulus yang terpisah.

Ketua DPR AS Nancy Pelosi (Nancy Pelosi) menyatakan bahwa langkah-langkah stimulus tidak dapat dipisahkan dan harus dimasukkan dalam satu paket sehingga negosiasi dapat dilanjutkan. – -Pada saat yang sama, Kelebihan dan kekurangan “UU Komprehensif” terus berlanjut hingga “menimbulkan demonstrasi yang tidak kondusif bagi kekhawatiran pasar domestik. “-Hans percaya bahwa jika situasi ini dibiarkan terjadi lagi, Amerika Serikat telah mengalami pengalaman dari banyak orang yang mengorganisir George Floyd (George Floyd) yang diduga melakukan demonstrasi terkait dengan kota .-” Karena demonstrasi ini. Aktivitas merusak, jadi ada risikonya. Pertama, kerusakan yang terjadi membuat investor asing tidak bisa masuk ke Indonesia. Kedua, seperti kasus Gerorge Floyd, penyebaran Covid-19 bahkan lebih tinggi. Jumlah kasus Covid-19 di Amerika Serikat selama periode ini meningkat tajam. Seperti yang dikatakan Kompas.com dalam sebuah artikelnya. Seperti yang sudah dijelaskan, mohon jangan seperti ini, “setelah demonstrasi besar-besaran, proyeksi pergerakan IHSG cenderung tertekan.” Para sponsor di balik kerusuhan tersebut.