Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Faisal Basri, Ekonom Senior Institute of Economic and Financial Development (Indef), mengatakan jika melihat kondisi ekonomi saat ini, diperkirakan Indonesia akan kesulitan keluar dari jurang resesi. Termasuk negara tetangga, setelah mengalami setidaknya dua pertumbuhan ekonomi negatif, mereka mulai mengumumkan resesi ekonominya sendiri. , Apakah 9%.

“Mari kita bersiap untuk situasi terburuk ini. Yang bisa kita lakukan adalah mengatasinya secepat mungkin. Jika itu adalah resesi, maka sudah pasti. Oleh karena itu, ini bukan tentang menghindari resesi, tetapi bagaimana cara cepat pulih dan resesi. Katakan: “Harap dibuat sesingkat mungkin. Jangan terlalu dalam. Dia mengutip Antara seperti yang dikatakannya, Rabu (29/7/2020).

Baca: Balas Kritikus Pedas Faisal Basri, Staf Khusus Menteri BUMN: Semuanya Selesai – Baca: Faisal Basri Faisal Basri mengkritik penunjukan Erick Thohir sebagai Ketua Komite Eksekutif Pemulihan Ekonomi-Baca: Faisal Basri: Nilai tukar rupee tidak sulit hingga akhir tahun Penguatan-Ekonom Universitas Indonesia (UI) mengatakan bahwa krisis saat ini akan berbeda dengan krisis sebelumnya, sehingga formula standar saja tidak cukup untuk mengatasi krisis. – Ditambahkannya dari perluasan defisit menjadi perluasan Defisit, semua negara mengambil langkah yang sama. Rencanakan untuk merangsang dan menurunkan suku bunga.

“Mengingat keadaan yang berbeda saat ini, tidak cukup hanya mengandalkan resep standar. Aspek yang perlu ditekankan adalah kesehatan masyarakat dan keselamatan jiwa manusia. Seharusnya tidak ada kompromi antara ekonomi dan kesehatan, ”ujarnya.

Faisal mengatakan di Indonesia hampir semua lini produksi sudah merasakan dampak Covid Pandemic 19. Mulai dari PHK (PHK), hingga Turis asing telah mengurangi ketimpangan sebelumnya. Khusus di sektor pariwisata, jumlah turis asing yang berkunjung ke Indonesia bahkan mengalami penurunan hingga 80%. Oleh karena itu, kunci utama untuk mengelola dan memulihkan perekonomian adalah dengan mengendalikan penyebaran virus corona. Ia mengatakan: “Ini Wisatawan mungkin menjadi pemimpin pemulihan baru-baru ini. Kuncinya adalah kita bisa melawan virus ini sehingga lebih banyak negara yang siap untuk menandatangani gelembung perjalanan. “