Wartawan Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Bank Indonesia (BI) mengumumkan kabar gembira bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masih dikuasai fundamental. Perry Warjiyo menyatakan poin demi poin bahwa rupee menguat 14,42% pada kuartal kedua tahun 2020 karena aliran masuk modal asing yang besar pada Mei 2020 dan Juni 2020.

“Tapi rata-rata depresiasi 4,53%.“ Karena April 2020 harga masih rendah, ”ujarnya dalam conference call, Kamis (16/7/2020). 14625 rupee-kemudian, pada awal kuartal ketiga (yaitu, Juli 2020), karena ketidakpastian global, terutama akibat risiko rebound geopolitik di Amerika Serikat dan China, rupee dan mata uang lokal sedikit tertekan. — hingga Pada 15 Juli 2020, Perry terus melemah, dan spread serta nilai rata-rata rupee terhadap dolar AS lebih rendah 2,28% dari level Juni 2020-ke depan, tambahnya, BI yakin nilai tukar rupee masih berpotensi. Nilai tukar pada dasarnya masih lebih rendah dari harga pasar untuk memperkuat nilai tukar.

“Hal ini didukung oleh inflasi yang rendah dan terkendali, defisit neraca berjalan dan tingkat pengembalian aset keuangan. Di dalam negeri, premi risiko Indonesia mulai menurun. Pungkasnya. — Terkait efektivitas dukungan kebijakan nilai tukar, BI berkomitmen untuk terus menjaga ketersediaan likuiditas di pasar valas dan valuta asing, serta memastikan bekerjanya mekanisme pasar.