Reporter Tribunnews.com Fahdi Fahlevi (Fahdi Fahlevi) melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Riset dan Teknologi / Badan Riset Nasional (Menristek / BRIN) Bambang Brodjonegoro (Bambang Brodjonegoro) ) Mengatakan bahwa Yogyakarta International Airport (NYIA) yang baru terletak di Kulumpurogo, Yogyakarta, siap menghadapi potensi ancaman, diperkirakan gempa bumi dan tsunami dahsyat melanda wilayah selatan Jawa. Bambang mengatakan dalam jumpa pers online, Rabu: “Desainnya dulu untuk gempa. Kalau saya ingat benar, tahanannya sangat tinggi, kalau saya ingat benar, lebih tinggi dari 7, jadi desainnya cukup untuk mengatasi skala gempa besar. “2020). — Bambang mengatakan bahwa pekerjaan pembangunan telah mempertimbangkan pengurangan bencana. Meski bandara dekat dengan pantai selatan.

Baca: Menristek: Riset Potensi Tsunami Jateng Bukan dimaksudkan untuk menakut-nakuti masyarakat — menurut dia, bandara siap menghadapi tsunami yang terjadi di selatan Jawa. — “Kalau ada tsunami, ini juga dirancang. Sudah ada cara untuk mengurangi risiko tsunami di Bandara Kulongpuogo,” kata Bambang. -Seperti diketahui, tim peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) mengingatkan bahwa tsunami sepanjang 20 meter bisa saja terjadi di pantai selatan Jawa Barat dan Jawa Timur.

Penelitian ini didasarkan pada hasil pengolahan data seismik yang direkam oleh stasiun pengamatan Badan Meteorologi Iklim dan Geofisika (BMKG) dan data Global Positioning System (GPS). Hasil penelitian dipublikasikan minggu ini dalam laporan “Ilmu Pengetahuan Alam”.