Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pupuk (Persero), Indonesia per 28 Juni 2020 telah menyalurkan 4.706.253 ton pupuk bersubsidi kepada petani.

Angka distribusinya meliputi 2.150.774 ton urea, 357.903 ton SP-36, 438.505 ton ZA, 1.481.577 ton NPK dan 277.494 ton bahan organik di No. 10 Pertanian tahun 2020.

Baca: Membeli barang dan jasa di Pupuk, Indonesia Libatkan lebih dari 30.000 UMKM

Baca: Hadapi Normal Baru, Pupuk Indonesia Perkuat Digitalisasi

“Melalui Partisipasi Produsen Pupuk” Di bawah koordinasi kami, Pupuk Indonesia terus mengoptimalkan proses pendistribusian pupuk bersubsidi kepada petani. Jadikan tetap beroperasi normal dan sesuai aturan Kementerian Pertanian, ”kata Aas dalam keterangan tertulis, Rabu (1/7/2020). PupukIndo nesia juga sudah menyiapkan inventarisasi pupuk kimia yang jumlahnya kurang lebih tiga kali lipat dari jumlah yang dibutuhkan. Persediaan yang tersedia adalah 887.390 ton, yaitu urea 503.354 ton, NPK 155.531 ton, SP-36 83.562 ton, 70.760 ZA, dan bahan organik 75.183 ton. -Adapun persediaan pupuk dijamin oleh lima anak perusahaan Pupuk di Indonesia, antara lain: PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Kaltim, PT Pupuk Iskandar Muda, dan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang. Jika ada kekurangan, kami juga akan menyiapkan stok pupuk tak bersubsidi di kios layanan resmi.Dia menjelaskan, kami juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian.

Aas mencontohkan, Pupuk Indonesia hanya akan mendistribusikan pupuk bersubsidi kepada petani yang terdaftar dalam sistem elektronik Rencana Persyaratan Sistem Akhir (e-RDKK).

Pupuk Indonesia akan selalu mematuhi semua subsidi terkait Regulasi yang berlaku untuk pendistribusian pupuk.

Misal, Peraturan Menteri Perdagangan No. 15 / M-DAG / PER / 4/2013 dari Line 1 sampai Line 4 untuk pembelian dan pendistribusian pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian di tingkat nasional

Serta Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01 Tahun 2020 tentang Distribusi dan Harga Eceran.Untuk sektor pertanian pada tahun anggaran 2020, Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2020. HET mensubsidi produsen dan distributor pupuk, Distributor atau pengecer harus memenuhi persyaratan ini saat mendistribusikan pupuk bersubsidi kepada petani. Sebagai produsen, kami berkomitmen untuk mematuhi regulasi yang berlaku, termasuk yang terkait dengan aturan distribusi berbasis e-RDKK, ”kata Aas.

Aas berkeyakinan penerapan sistem e-RDKK yang diatur oleh Kementerian Pertanian dapat meminimalkan penyalahgunaan dan meningkatkan penyaluran pupuk bersubsidi. Selain itu, berkat sistem tersebut juga dapat menghindari duplikasi data penerima subsidi. – “Dengan begitu, alokasi dan pengawasan tugas Pupuk Indonesia bisa lebih optimal, dan yang terpenting subsidi bisa lebih tepat sasaran,” ujarnya.