Reynas Abdila / Tribunnews.com

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-PT Pupuk Kaltim, anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), telah lulus sertifikasi ISO 37001: 2016 Sistem Manajemen Anti Korupsi Pupuk dan Kimia (SMAP) dan General Manager Pupuk Kaltim Manajer Bakir Pasaman mengatakan, komitmen Pupuk Kaltim terhadap penerapan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) di Pupuk Kaltim merupakan pertanda banyaknya penghargaan di bidang GCG. Penerapan SMAP adalah agar Pupuk Kaltim dapat menjalankan usaha dengan nilai yang lebih tinggi dari integritas dengan pedoman kode etik dan 4 prinsip veto, yaitu tidak ada suap, tidak ada rebound, tidak ada hadiah, tidak ada hiburan mewah, ”jelas Bakir. (22/2020) mengeluarkan pernyataan di Jakarta. – Baca: Pupuk Kaltim memberikan THR kepada direksi, komisaris dan karyawan untuk mengelola Covid-19

Penghargaan diberikan oleh Lembaga Sertifikasi dan Pemberian Sertifikasi Sistem Manajemen Anti Korupsi (LSSMAP) , Memastikan Pupuk Kaltim menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) secara konsisten serta konsistensi dan komitmen manajemen risiko dan kepatuhan (GRC) untuk mencegah dan mengendalikan berbagai risiko kecurangan (fraud). – Sesuai dengan Good Corporate Governance (GCG) Prinsip Penerapan yang baik dan tata kelola perusahaan yang benar merupakan komitmen utama Pupuk Kaltim dalam menjalankan kegiatan usaha perusahaan.

Baca: Pupuk Kaltim: Tidak ada kekurangan pupuk ros

Wujud komitmen tersebut melalui pedoman etika Sebagai pedoman, terwujud kegiatan bisnis yang berlandaskan integritas, serta praktik penerapan GCG sesuai Corporate Governance Perception Index (CGPI). Informasi yang diperoleh merupakan wujud nyata dukungan perusahaan terhadap pencegahan korupsi dan usulan Menteri BUMN. Pantauan pencegahan kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) dan surat edaran yang mengatur pengelolaan BUMN sendiri. Bakir mengumumkan: “Benturan kepentingan dan penguatan pengendalian internal”. Selain itu, ISO 37001: 2016 telah melengkapi pencegahan korupsi Sistem tersebut bekerja dengan baik dalam tata kelola perusahaan, seperti penerapan etika, tips pencegahan dan benturan kepentingan, budaya sistem peringatan dan unit kontrol bonus.