TRIBUNNEWS.COM-Rumah atau tanah warisan harus dipungut pajak sebelum dialihkan-warisan yang dibagikan oleh ahli waris berupa tanah atau rumah akan merepotkan ahli waris. Karena ahli waris sudah puas dengan warisan yang didapatnya, ia tidak menyadarinya.

Sekalipun masalahnya sangat rumit, karena terkait dengan pajak keuangan.

Baca: Jual Beli Tanah Warisan Lebih Resiko Dibandingkan Tanah Biasa, Begini Penjelasannya — Bagaimana Mungkin? Hal itu terjadi karena adanya pajak warisan BPHTB atas tanah dan bangunan.

Masyarakat tidak hanya akrab dengan persoalan undang-undang perpajakan ini.

Jadi, kapan ahli waris harus mengurus nama sertifikat? , Mereka akan terkejut dengan banyaknya pajak yang harus mereka bayarkan.

Biasanya, karena mereka tidak dapat membayar pajak warisan, ahli waris terpaksa menjual tanah dan bangunan warisan mereka yang murah. Layaknya hak beli atas dasar jual, tanah dan bangunan yang diperoleh sebagai hasil warisan juga menanggung biaya pembelian tanah dan bangunan (BPHTB), karena ahli waris sudah memperoleh hak atas tanah dan bangunan, sehingga negara memungut pajak. -BPHTB yang disebabkan oleh warisan diatur oleh undang-undang tahun 200020 tentang BPHTB, karena memperoleh hak melalui warisan merupakan cara memperoleh hak yang dikenakan pajak. -Pertanyaan terkait aturan pewarisan dan siapa ahli waris dan ahli waris diatur oleh KUHPer. ) Atau Burgerlijk Wetboek (BW) atau Hukum Perdata Barat dan UU No.1. Pada tanggal 1 Januari 1974 tentang pernikahan.

Pergi ke halaman 2 ==>