Reporter Tribunnews.com melaporkan pada Hari Darmawan-TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta hibah uji cepat Covid-19 untuk orang-orang yang menggunakan transportasi umum. ), Budi Karya Sumadi (Budi Karya Sumadi) mengatakan bahwa sebagai salah satu syarat untuk perjalanan dengan angkutan umum, ini adalah dokumen medis, mahal, dan telah menjadi bintang semua pihak.

“Kami mengajukan ke Departemen Keuangan sehingga tes cepat ini dapat memberikan subsidi bagi orang-orang yang akan bepergian”, Budi. Pekerjaan ini dilakukan pada pertemuan bersama dengan Komite Kelima Republik Demokratik Rakyat, Rabu (7/1/2020).

Baca: Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk mendorong pelaksanaannya melalui SMS Selat dan Selat Lombok-Budi Karya mengatakan kantornya mencari operator penerbangan untuk secara independen mendefinisikan dan mengadakan mitra untuk mempromosikan pengujian cepat yang lebih terjangkau.

“Menurut kunjungan kami ke Bandara Solo dan Bandara Yogyakarta, biaya tes cepat sangat berbeda dari biaya saya Rp 100.000 hingga Rp 300.000,” kata Budi Karya. — Baca: Kementerian Perhubungan sedang mempersiapkan untuk mendukung peraturan keselamatan pengendara sepeda

Budi Karya juga mengatakan bahwa Kementerian Perhubungan membutuhkan sarana transportasi dan operator infrastruktur untuk berkoordinasi dengan kelompok kerja untuk mempercepat operasi Covid-19 dan mitra terpilih Untuk menyediakan fasilitas pengujian cepat. Menurutnya, kewajiban ini telah diklarifikasi dalam surat dari Menteri Perhubungan kepada operator sarana dan prasarana transportasi pada tanggal 29 Juni 2020, dan merupakan perjanjian antara Menteri Perhubungan dengan ketua kelompok kerja bongkar muat Covid19 yang dipercepat. .