Reporter Jakarta Tribunnews.com Hasanudin Aco melaporkan-TRIBUNNEWS.COM, Pendiri dan CEO Jakarta-Indonesia Digital Entrepreneur Association (ADEI) Bari Arijono mengatakan bahwa pembuatan RUU penciptaan akan memberikan kontribusi bagi perkembangan dunia bisnis Indonesia.

Menurutnya, salah satu kendala selama ini adalah kompleksitas perizinan komersial di Tanah Air.

“Lebih mudah, karena ini bagian dari reformasi birokrasi maka birokrasi yang diizinkan akan lebih cepat, jadi jika kita ingin menarik investor dari luar, maka dengan penciptaan lapangan kerja seperti ini akan menjadi lebih banyak. Tagihan gampang, simpel, simpel, “kata Barry saat dihubungi di Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Baca: BBPLK Bandung Sinergi kembangkan teknologi tenaga kerja terampil dengan dunia usaha,

Barry menjelaskan dengan pangsa pasar yang besar, pihaknya meyakini bahwa Indonesia sebenarnya menjadi incaran investasi oleh perusahaan besar.

Dia menunjukkan bahwa bahkan perusahaan besar seperti Amazon dan Tesla tertarik untuk masuk dan berinvestasi.

Hanya saja, kata Barry, sulit bagi perusahaan untuk masuk ke dalam negeri karena perizinan yang rumit.

Bacaan: Ketua DPR: Pembahasan “UU Cipta Kerja” akan dilakukan dengan diskusi yang sungguh-sungguh dan transparan – oleh karena itu “UU Cipta Kerja” akan membawa angin segar dan daya tarik bagi investor global.

“Ya, ini peluang bagus. Padahal, selama ini kendala utamanya adalah sangat sulitnya perusahaan teknologi seperti Amazon, Tesla, dan bank digital di Indonesia masuk ke Indonesia. Jumlah perizinannya mungkin banyak, katanya: “Belum diperoleh dari Kementerian Perindustrian, Kominfo, atau BKPM. “

Barry mengatakan selama ini pemerintah telah memberikan pelayanan secara online untuk mengurus perizinan usaha. Karena masih perlu datang langsung ke kantornya.

“ Kalaupun ada fasilitas online, sebenarnya hanya Bisa menggantikan fungsi kertas, tapi teknisi di lapangan tetap harus ke kantor BKPM untuk mengisi formulir dan lain sebagainya. “Dia berkata.