Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Dalam beberapa dekade terakhir, Industri 4.0 menjadi perbincangan di banyak negara. Banyak negara setuju bahwa Industri 4.0 dimulai dengan kemunculan internet dan teknologi konsumen digital. Indonesia sendiri telah menyatakan diri sebagai negara yang siap melaksanakan era Revolusi Industri 4.0. Berbagai teknologi yang menandai dimulainya Revolusi Industri 4.0 adalah industri manufaktur, transportasi dan lainnya. Ia mengatakan: “Rencana ini akan menggunakan teknologi Industri 4.0 di peralatan produksi utama agar lebih efektif meningkatkan daya saing.” Namun, munculnya pandemi virus Corona 19 (Covid-19) membuat tujuan ini sulit tercapai. Upaya Hancur .

Baca: Risma Pingsan, Menangis di Depan Dokter, Rumah Sakit Dimadati, Tapi Tak Bisa Membantu

Baca: Mendesak Pemerintah Menjaga dan Melindungi Industri yang Masih Bertahan, Termasuk Industri Tembakau- –Baca: Pandemi, Industri otomotif ikut serta dalam penerbitan masker gratis – Seminar web dalam bentuk webinar akan diadakan untuk mengkinikan strategi esia Indonesia untuk terus mengimplementasikan roadmap Industri 4.0 selama pandemi. Memasuki normal baru.

Acara ini diselenggarakan oleh Canggu, Indonesia, Kementerian Perindustrian Indonesia dan Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII) melalui “Road to Indonesia 4.0”. Webinar nce & Expo bertajuk “Impact Assessment of COVID-19: The Rise of Industry in the New Normal” Era.

Informasi yang diterima oleh Tribunnews, webinar dilakukan menggunakan aplikasi Cisco webex, dan URL registrasinya adalah https: // s.id/webinarindonesia40, untuk memperkenalkan konsultan yang berkualitas di bidang ini.

Diantaranya adalah Dr. Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian Republik Indonesia, M.Si, Presiden Xavier Denoly dari Schneider Electric Indonesia, Presiden Prakash Chandran PT Dan CEO. Siemens Indonesia, Managing Director Marina Kacaribu PT. Andi Budimansyah, Chairman Cisco Systems Indonesia dan Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII).

Webinar akan dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu Juli 2020 1 Januari, 8 Juli, dan 15 Juli. Aditya Adiguna, Presiden dan Presiden Nagano, Indonesia, dalam siaran pers tertulis, Senin, 29 Juni 2020, mengatakan bahwa pelaku industri terlibat dalam memperoleh dan merespons wabah tersebut. Dan mendengarkan peluang insentif yang diberikan oleh pemerintah .

“Webinar harus menjadi langkah awal di masyarakat, dan pemangku kepentingan juga harus mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang berkembang di era pandemi. Dan harapannya setelah ini bisa membantu masyarakat lebih memahami / merasakan komunitas, ”ujarnya.