TRIBUNNEWS.COM-Proses penyerahan bantuan subsidi upah pemerintah (BSU) kepada tenaga kerja peserta BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) masih berlangsung.

BPJAMSOSTEK bertempat di Kantor Kementerian Sumber Daya Manusia Republik Indonesia dan memberikan data potensi Senin (24/8) , BSU akan menerima 2,5 juta penerima RI pertama dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kimanak).

Agus Susanto, Direktur Utama BPJAMSOSTEK, menyatakan serah terima tersebut dilakukan secara bertahap sesuai kesepakatan dengan Kementerian Ketenagakerjaan untuk memfasilitasi rekonsiliasi, memantau proses, dan memperhatikan prinsip kehati-hatian dalam pelaksanaannya. Implementasi rencana BSU.

Agus menjelaskan: “Dalam target potensi 15,7 juta penerima BSU, sejauh ini 13,7 juta rekening telah terkumpul, dan kami akan melakukan 3 langkah verifikasi multi layer hingga jumlah data verifikasi tercapai Sejauh ini 10 juta detik. Langkah pertama, kami sudah mengirimkan 2,5 juta data peserta. “

Gelombang pengiriman data selanjutnya akan dilakukan secara bertahap (batch processing) hingga semua akun karyawan yang terverifikasi bisa mendapatkannya Sejauh ini. Kami terus menghimbau perusahaan untuk segera menyerahkan data terbaru kepada karyawan, termasuk nama-nama karyawan akun yang masih berlaku, paling lambat 30 Agustus 2020. Demikian pula, untuk akun yang tidak valid, kami juga akan mengirimkannya kembali ke perusahaan untuk konfirmasi kepada pekerja, dan kami akan memverifikasi ulang. Setelah tersedia, kami serahkan ke KPPN untuk selanjutnya didistribusikan ke bank penerbit, dalam hal ini bank BUMN. Ini akan ditransfer dari Bank Nasional ke penerima manfaat dari rencana untuk memberikan subsidi upah. “

Parpolnya juga menambahkan bahwa dibutuhkan waktu 4 hari bagi Kementerian Ketenagakerjaan untuk membuat daftar data yang diberikan oleh BPJAMSOSTEK guna mengutamakan prinsip“ perhatian ”.

Ida juga memastikan agar pegawai non-ASN mendapatkan manfaat dari BSU, “Non PNS, selama menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sebenarnya dia adalah salah satu penerima bantuan program. Setelah pesanan selesai, Ida menyimpulkan. (*)