Reporter Tribunnews.com Fahdi Fahlevi melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Riset dan Teknologi / Direktur Biro Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro mengungkapkan pentingnya rekayasa balik dalam pengelolaan Covid-19. — Menurut teknik, kemunduran dapat mengurangi ketergantungan pada pembelian peralatan medis impor.

“Tidak bisa dibayangkan jika kita tidak menerapkan reverse engineering atau kita tidak mampu melakukan reverse engineering,” kata Ban Bang Bang, Senin (24/8/2020) di acara HUT BPPT di kantor BPPT Jakarta Gedung BJ Habibie. Kata saat auditorium diadakan. Bambang menambahkan. –Dia memperkirakan bahwa rekayasa balik akan diperlukan selama pandemi Covid-19. Yang ini. Banbang mengatakan bahwa para ilmuwan terus mencari cara untuk menemukan atau membuat alat untuk menangani pandemi Covid-19 melalui rekayasa balik. Lembaga riset Indonesia menemukan hasil penanganan Covid-19, antara lain rapid test kit, PCR kits, dan ventilator. Kata. Baca: YLKI Klaim Banyak Pengaduan Masyarakat Saat Pandemi, 33% Di antaranya Produk dan Alat Kesehatan-Bambang mengatakan ketergantungan pada produk impor menunjukkan bahwa alat kesehatan Indonesia tidak dirancang untuk beroperasi secara mandiri.

Namun, rekayasa balik institusi Indonesia setelah penelitian ekstensif dapat mengurangi ketergantungan Indonesia pada peralatan medis impor. Tapi kita bisa mengurangi ketergantungan kita pada impor yang hampir 100%, ‚ÄĚtutup Bambang.