Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Harga emas melampaui US $ 2.000 per ounce untuk pertama kalinya dalam sejarah. Rabu (5 Agustus 2020), mulai pukul 01.15 WIB dari Bank Dunia (WIB).

Harga emas dunia adalah US $ 2.026,50 per ons untuk tiga ons. Itu naik 11% di bulan Juli.

Ini adalah peningkatan bulanan terbesar sejak 2012.

Harga emas menguat karena pembuat kebijakan Amerika semakin berspekulasi bahwa mereka akan mengadopsi peraturan stimulus baru. Pada Rabu, 5 Agustus 2020, harga emas naik menjadi Rp 1.048.000 per gram.Rinciannya sebagai berikut-kebijakan ini dapat menyuntikkan banyak likuiditas ke pasar dan menurunkan suku bunga. -Saat ini, pelaku pasar mencermati negosiasi antara pejabat AS tentang rencana stimulus korona.

Saat Senat AS menunda pada hari Jumat akhir pekan ini, ekspektasi pelaku pasar meningkat.

Pemimpin Senat Demokrat Chuck Schumer (Chuck Schumer) mengungkapkan pada Selasa (4/8/2020) bahwa dialog yang menggairahkan dengan Gedung Putih mengarah ke arah yang benar, meskipun di banyak titik kesenjangan telah mengecil.

“Pernyataan Schumer menunjukkan bahwa akan ada paket plan, bukan penghentian pendapatan. Ini akan menguntungkan saham dan emas.” Reuters mengutip perdagangan derivatif logam di BMO Capital Markets. Waktunya telah tiba. Goldman Sachs Group Inc. sebelumnya memprediksi seiring investor mencari mata uang baru yang aman, harga emas bisa mencapai US $ 2.300 per troy ounce — meski RBC Capital Markets memperkirakan harga emas akan mencapai US $ 3.000 per ounce pada kuartal ketiga. .

Sumber: Kontan.co.id