Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila melaporkan-TRIBUNNEWS.COM, Jakarta-PT Pertamina (Persero) telah menyiapkan kesepakatan atau standar operasional prosedur (SOP) di SPBU tersebut untuk menghadapi fase normal baru. Jika transaksi pembayarannya tunai, sebagian dari mereka bersiap mengeluarkan uang.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan langkah ini untuk mengurangi risiko transfer eksposur virus Covid-19 melalui uang. PDP Indonesia

Baca: Ini Tafsir Kemlu RI tentang Status WNI di Seluruh Amerika Serikat- “Untuk transaksi pembayaran tunai, disarankan menggunakan mata uang yang tepat sesuai nilai transaksi, dan agen SPBU serta pelanggan wajib menjaga Jarak minimalnya 1 meter atau tergantung rambu yang harus disiapkan, ”kata Faguiria dalam keterangannya, Rabu (6/3/2020). -Untuk memudahkan transaksi pembayaran, Pertamina juga merekomendasikan pembayaran tunai melalui aplikasi MyPertamina.

Khusus bagi pelanggan kendaraan roda dua harus turun dari sepeda motor dan berdiri di samping sepeda motor di depan operator .

Bagi pelanggan kendaraan roda empat, disarankan untuk tetap berada di dalam mobil, atau bila diperlukan Tinggalkan mobil dan berdirilah di samping mobil dengan tetap menjaga jarak aman minimal 1 meter dari kantor SPBU pelanggan.

“Nasabah juga dianjurkan tetap memakai masker sesuai ketentuan pemerintah,” tambah Fajriyah.

Semua perjanjian akan melanjutkan jejaring sosial skala besar di lebih dari 7.000 SPBU Pertamina di seluruh Indonesia. Fajriyah menambahkan, penerapan sistem pelayanan umum baru tersebut sejalan dengan instruksi Menteri BUMN yaitu surat S-336 / MBU / 05/2020 yang dikeluarkan pada 15 Mei 2020 terkait dengan situasi umum baru yang diharapkan di BUMN.