Wartawan Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara hukum telah mengidentifikasi tersangka “pegawai OJK” berdasarkan laporan tersebut. Anto Prabowo, Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK, mengatakan proses penegakan hukum terkait dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta terkait masalah pengaturan kredit PT Bank BukopinTbk Surabaya. OJK mendukung asas praduga tidak bersalah dan akan mendukung serta menghormati prosedur penegakan hukum terhadap pegawai OJK. Ia mengatakan pada Rabu (2020/7/22). Serangkaian proses investigasi internal yang melibatkan hukum, organisasi dan sumber daya manusia serta internal control atau satuan kerja anti fraud OJK.

“Kemudian diputuskan untuk melepaskan dugaan pelanggaran disiplin dan Orang yang melanggar disiplin karyawan. -Pada saat yang sama, OJK tetap berharap dapat mengingatkan seluruh pegawai untuk terus menjalankan tugasnya menjunjung nilai-nilai. Mengatur dan menjaga integritas.

Sebelumnya, Mahkamah Agung Jakarta (Kejati) menahan orang-orang dengan nama terkait dugaan korupsi. Pegawai OJK dengan singkatan DIW. Saat menjadi Tim Pemeriksa Umum Bank Bukopin Bank Surabaya, kredit maksimumnya adalah 7,45 miliar.