Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendukung program pemberian alokasi kredit gratis (bantuan kredit PNS Rp 200.000) kepada seluruh kementerian / lembaga (K / L) untuk pegawai negeri (PNS) sebesar Rp 200.000 per bulan. Sri Mulyani mengatakan, bantuan gratis kredit PNS merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendorong realisasi belanja komoditas. Akibat pembatasan sosial dan kebijakan WFH, belanja ini turun 17% year-on-year.

Baca: Menkeu: Presiden Bantu Rp 2,4 Juta Bayar US $ 1 Juta untuk Usaha Mikro di Bulan Agustus

Baca: Kabar Gembira Bagi Pejabat, Kementerian Keuangan Siap Bagikan Kredit dengan Pegawai Negeri Sipil Rp 200.000 per bulan- “Sebagai alternatif, saat ini banyak karyawan K / L dan ASN yang harus melakukan kegiatan WFH. Oleh karena itu, kami memberikan dukungan. Disalurkan kembali ke biji dalam bentuk kuota (poin PNS) Menurut Antara, dia mengumumkan pada Rabu, 26 Agustus 2020. –Sri Mulyani mengumumkan anggaran yang akan digunakan sudah digunakan untuk kegiatan perjalanan, namun tidak bisa digunakan karena Covid-19.

“Sebenarnya masih di toko K / L. Ini yang kita sebut fleksibilitas APBN. Katanya:“ Harga pokok barang yang semula diduga beragam kegiatan tidak bisa beroperasi normal, tapi akan menimbulkan biaya baru. , Kami dapat memodifikasi dan mendukungnya untuk memastikan bahwa tidak akan ada kesalahan alokasi. Askolani mengatakan, saat terjadi pandemi Covid-19 (yaitu WFH), tunjangan kredit PNS digunakan untuk menunjang tugas dan kinerja K / L. SriMulyani Indrawati mampu menaikkannya menjadi Rp 200.000.

“Saat ini sebesar 150.000. Rupee, kami akan memperbaruinya, dan kami menyarankan Menteri Keuangan untuk melakukannya dengan 200.000 rupee. Katanya.

Askolani mengatakan, jika disetujui Menteri Keuangan Sri Mulyani, maka Agustus 2020 akan ditetapkan PNS memberikan subsidi pulsa gratis Rp 200.000 per bulan.