Laporan wartawan Tribunnews.com Lusius Genik

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Mantan Komisaris Perbankan BNI Dradjad Hari Wibowo berharap pemulangan Maria Pauline Lumowa dapat mengungkap perampokan Bank BNI Cabang Kebayoran Baru Fakta sebenarnya. Tahun 2003.

Dradjad Wibowo, kini politikus PAN, menjabat sebagai komisaris Bank BNI ketika terjadi penipuan bank senilai 1,7 triliun rupee. Dradjad dalam kontaknya dengan Tribunnews, Jumat (7 Oktober 2020) mengatakan: “Bisa diperjelas dan bisa diungkapkan di pengadilan.”

PT Gramarindo Group Maria telah menerima pinjaman sebesar US $ 136 juta atau setara Rp. Cabang Bank BNI Kebayoran Baru memiliki pendapatan sebesar US $ 1,7 triliun antara Oktober 2002 dan Juli 2003.

Baca: Pembobolan BNI Maria Lumowa yang sampai di Indonesia langsung dibawa ke Bareskrim Polri Dradjad mengatakan: Pada bulan Juni 2003, manajemen Bank BNI telah mewaspadai transaksi keuangan PT Gramarindo Group.

Baca: Akhir Perjalanan Maria Pauline Lumowa (Maria Pauline Lumowa), Bank BNI Rp 1,7 Miliar Ditangkap Usai 17 Tahun Meloloskan Diri Diduga Gara-gara di BNI Cabang Kebayoran Baru (Bukan cabang besar) Dana yang diperoleh melalui letter of credit (letter of credit) sudah dibayarkan hingga Rp 1,7 triliun.

“Oleh karena itu sulit untuk menerima logika umum dan logika bank. Tentu saja, tampaknya ada faktor lain di Dradjad. Ia telah berada dalam keadaan melarikan diri sejak tahun 2003.

” Kepada BNI L Kasus / Penanggung jawab kasus C 2003 akan ditangani secara hukum, “kata Dragjad. Ada kesempatan untuk menceritakan versinya di pengadilan. Ini bagus buatnya. Radjad menambahkan.