Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggalakkan ekspor kertas daur ulang.

Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor kertas memiliki nilai global. Ekspor Indonesia Global.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengemukakan bahwa ada dua hal penting dan mendesak yang perlu didorong untuk mendorong ekspor kertas daur ulang.

Baca: Wakil Menteri Perdagangan Yakin Potensi Ekspor Produk Alternatif ke Cimahi Technopark Museum

Baca: Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga Dorong Generasi Z Miliki Motivasi Budaya Digital- “Masalah Pertama di Industri Kertas Kemasan Itu adalah kepastian regulasi terkait pasokan bahan baku. Kedua, terkait “Aturan Sertifikasi Eksportir Terdaftar” yang akan berlaku mulai 1 Oktober, Wakil Menteri Perdagangan melepas PT Fajar Surya Wisesa di Cikarang, Jumat (18/9/2020). Pernyataan ekspor Tbk.

Permasalahan yang dihadapi oleh Wakil Menteri Perdagangan mengenai masalah pengusaha ini adalah hanya perwakilan yang berkompeten yang dapat memenuhi sekitar setengah dari kebutuhan bahan baku, dan sisanya harus diimpor.

Antara pengusaha dan pemerintah Perbedaan konsep harus segera diselesaikan.

“Pemerintah menginginkan keseragaman atau kemurnian barang impor, termasuk bahan baku kertas. Dia menjelaskan, hal tersebut sesuai dengan regulasi yang berlaku dan memudahkan proses impor barang.

Pada saat yang sama, menurut Wakil Menteri Perdagangan, regulasi BET diperlukan untuk mengantisipasi permasalahan di kargo. Jika terjadi ketidaksesuaian dalam proses impor.

Namun, regulasi tersebut juga berdampak pada kepastian pasokan bahan baku, terutama dalam jangka pendek.

Wamendag mengaku bertekad untuk melakukan aspek yang berbeda. komunikasi.

“Intinya kita memahami kesulitan yang dihadapi pengusaha, tapi di saat yang sama kita juga harus memahami tujuan dibuatnya peraturan ini. Komunikasi antara pemerintah dan pemangku kepentingan akan menyelesaikan masalah ini. Semoga kita bisa secepatnya ke sana. Di sana, “kata Jerry.