Laporan Reporter Kenia Intan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pada penutupan pasar Jumat (24/7/2020), Indeks Saham Gabungan (IHSG) turun 1,21% menjadi 5.082,99. Dalam sepekan terakhir, IHSG naik tipis 0,07%.

Hans Kwee, Direktur Anugerah Mega Investama, memprediksikan IHSG berpeluang untuk konsolidasi minggu depan dengan support 5.074-5.031 dan resistance 5.162-5.200. – “Pelaku pasar domestik harus berhati-hati terhadap vaksin aktif. Karena vaksin masih membutuhkan waktu untuk memastikan vaksinnya berhasil. Selain itu, masih ada risiko kegagalan pada pengujian tahap ketiga.” 26 Juli) dijelaskan dalam pernyataan yang diterima.

Pandangan lain terkait Covid-19 adalah peningkatan infeksi, yang menimbulkan kekhawatiran tentang strategi pengendalian seperti penghentian pekerjaan. Pasar saat ini menunggu keuntungan dan potensi peningkatan dalam kegiatan komersial, terutama di bidang teknis. Jika ekspektasi tidak terpenuhi, pasar akan tertekan.

Dari perspektif Amerika Serikat (AS), penyebaran data dinilai kurang baik, seperti banyaknya klaim pengangguran mingguan. Saat ini pelaku pasar cenderung menunggu rilis data PDB kuartal kedua. Konsensus -Analis memperkirakan bahwa PDB AS akan turun 35%.

Di sisi lain, pelaku pasar telah mengikuti langkah-langkah stimulus fiskal berkelanjutan dari pemerintah AS. Saya berharap ada rencana tindak lanjut yang tidak jauh berbeda dengan rencana saat ini.