Wartawan Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian PPN / Bappenas menyebutkan, sesuai garis kemiskinan nasional, rasio penduduk miskin negara itu 9,41%, Rp 425.250 per orang per bulan. -Bappenas Muhammad Cholifihani, Direktur Departemen Kependudukan dan Perlindungan Sosial Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, mengatakan data per Maret 2019 dan mengalami peningkatan tahun ini.

Muhammad menjelaskan, “ Jumlah penduduk meningkat 1,63 juta pada Maret Pada tahun 2020, secara ekonomi diperkirakan akan terkena pandemi Corona atau Covid-19 .

Baca: Beras tidak cocok untuk masyarakat miskin di Ciamis

Baca: Organisasi Kesehatan Dunia: Negara-negara miskin akan menerima 120 juta Covid-19 Tes kilat- “Pada Maret 2020, persepsi saya meningkat signifikan. Sekitar 1,63 juta orang berada dalam kemiskinan. Ini sepertinya dampak Covid-19,” ujarnya dalam webinar, Rabu (Juli 2020). 10). Proporsi penduduk miskin juga meningkat menjadi 9,78% tahun ini atau sekitar 26 juta orang.

“Oleh karena itu, sejak September 2019 hingga Maret 2020, jumlah orang yang hidup dalam kemiskinan meningkat 1,63 juta atau sekitar 9,78%,” kata Muhammad.

Seperti diberitakan sebelumnya, pandemi Covid-19 sudah terjadi. Banyak negara yang memicu krisis utang, oleh karena itu Presiden Bank Dunia David Malpass mengatakan bahwa kreditor harus siap memberikan berbagai jenis keringanan, termasuk keringanan utang. Dalam wawancara dengan harian bisnis Jerman Handelsblatt Berkata: “Jelas bahwa beberapa negara tidak dapat membayar utangnya. Oleh karena itu, kita juga harus mengurangi tingkat hutang. Mungkin penghapusan atau pembatalan utang.