Menurut data dari reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda, Jakarta, Indonesia-TRIBUNNEWS.COM, transaksi mata uang elektronik pada Maret 2020 terus mempertahankan tingkat pertumbuhan yang tinggi sebesar 67,9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Presiden BI Perry Warjiyo (Perry Warjiyo) mengatakan bahwa volume transaksi perbankan digital juga meningkat sebesar 60,8% YoY.

“Likuiditas sistem pembayaran, termasuk uang tunai dan uang tunai telah dijaga,” katanya dalam konferensi yang diadakan di Jakarta, Selasa (19/5/2020).

Baca: BI: Rupiah Indonesia telah meningkat sebesar 5,1% sejak awal Mei 2020

Baca: BI memperkirakan bahwa ekonomi dunia akan mengalami pertumbuhan negatif pada tahun 2020

Sementara itu, pertumbuhan mata uang yang dipublikasikan dicatat pada Kasus ini dipengaruhi oleh strategi bank untuk mengurangi cadangan mata uang asing, yang turun 6,3% YoY.

“Pada Maret 2020, semua transaksi non tunai menggunakan ATM, kartu debit, kartu kredit, dan uang elektronik berkurang 4,7%.” Transformasi ekonomi, “kata Perry.

Dia percaya bahwa elektronik Baik perkembangan mata uang dan mata uang dipengaruhi oleh peningkatan volume transaksi ekonomi dan keuangan digital selama pandemi Covid -19. Dia menyimpulkan: “Perekonomian selama pandemi Covid-19. Untuk tujuan ini, Bank Indonesia terus memperluas akses dan pengetahuan keuangan melalui pembayaran digital untuk mendorong digitalisasi layanan keuangan, termasuk dukungan berkelanjutan BI untuk penyediaan layanan keuangan. Rencana keuangan, bantuan sosial non-moneter.