Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pandemi Covid-19 berdampak besar pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah stimulus untuk mengurangi beban pengeluaran UMKM, mendukung arus kas yang stabil dan menghindari PHK.

Menteri Perekonomian dan Ketua Panitia Manajemen Covid-19 dan PEN Airlangga Hartarto menyampaikan pesan tersebut dalam webinar bertajuk Gotong Royong Menjaga MPME Indonesia, Selasa (11) 8 Agustus 2020. )

Baca: Menteri Ellonga Koordinator: Belanja Pemerintah Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III

Ellonga Hatato dan Mohamed The Die Youth Organisation mencanangkan rencana kerja sama – Menteri Koordinator Ellonga mengatakan mulai 3 Agustus 2020, realisasi anggaran National Economic Recovery (PEN) berupa dukungan kepada UMKM yang tercatat sebesar Rp. 32% dari alokasi Rp,5 triliun atau 26,4%. 123,46 triliun dollar Amerika.

“Utamanya untuk stimulus subsidi bunga. Data per 3 Agustus 2020 sudah tercapai Rp 1,3 triliun. Nilai 2,4 juta debitur sudah naik,” ujarnya-saat ini, lanjutnya, pemerintah telah Dana tersebut diinvestasikan di empat bank Himalaya senilai Rs 3 miliar, dan dana tersebut digunakan untuk merestrukturisasi UMKM.

“Untuk ikut Kredit Komersial Rakyat (KUR), bank juga mendapat subsidi bunga dan UMKM kurang dari 10 miliar rupiah,” tambahnya.

“Kami berharap debitur yang membutuhkan dana bisa langsung berinteraksi dengan BPD, dan BPD juga ikut mengurus Bank Perkreditan Rakyat (BPR)”, lanjutnya. , Untuk mendorong belanja modal dan biaya layanan jaminan kredit. Di sisi ketenagakerjaan, pemerintah telah mengalokasikan jaminan Rp untuk Jamkrindo dan Askrindo. Sementara itu, untuk implementasi pemerintah atas stimulus pajak penghasilan final (DTP) UMKM, UMKM menargetkan sebanyak 2,31 juta wajib pajak (WP). Per 3 Agustus, Rp 0,2 triliun telah terealisasi dari 205.200 debitur.