Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Akibat pandemi corona atau Covid-19, perekonomian Indonesia hampir dipastikan tidak akan tumbuh di kuartal kedua. -Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Ryan Kiryanto, Ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), memperkirakan perekonomian akan turun hingga 4%.

Baca: Sri Mulyani Sebutkan Tugas Pejabat Baru Kementerian Keuangan Lebih Berat

Baca: Menkeu: Potensi Pertumbuhan Ekonomi Akan Turun pada Kuartal II 2020

“Perekonomian mengalami kontraksi atau pertumbuhan negatif pada triwulan II Mungkin antara minus 3% sampai 4%. Kita tidak perlu kaget dan tidak perlu geleng-geleng kepala, tapi ya, ini syaratnya, ā€¯ujarnya dalam webinar, Jumat (17/7/2020). .

Menurutnya, nasib ini tidak hanya akan mempengaruhi Indonesia sebagai negara berkembang, tetapi juga mempengaruhi negara-negara maju seperti Singapura.Namun, Singapura sangat bagus dan tidak ada masalah, karena nanti akan berubah arah. Perkuat dirimu, “kata Ryan. — Industri tersier meliputi perdagangan, transportasi, informasi dan komunikasi, jasa keuangan dan jasa lainnya, termasuk pariwisata. Hingga kuartal keempat.

” Situasi ini akan berubah, yang pertama Kontribusi industri primer akan meningkat, industri sekunder akan tetap stabil, dan industri tersier akan menurun. Memang PSBB di kuartal kedua belum juga dicabut. Dia menyimpulkan: “Tindakan terbaik belum diambil pada kuartal ketiga dan keempat untuk mendorong konsumsi, sehingga pemulihan industri pariwisata mungkin membutuhkan waktu.”