Laporan Tribunnews.com reporter Malvyandie

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Wakil Ketua Panitia Pertimbangan Partai Gerindra Sandiaga Uno mendukung keputusan pemerintah memberikan bantuan kepada pegawai swasta yang berpenghasilan kurang dari Rp 5 juta per bulan dan bernilai Rp 600.000. Perisai tersebut dipengaruhi oleh epidemi covid-19.

“Saya kira ini akan sangat efektif. Oleh karena itu, saya sangat mendukung (kebijakan) dan seharusnya benar-benar mengutamakan kebijakan ini,” kata Sandy di Jakarta, Rabu (12 Agustus 2020).

Baca: Kalau Telat Masih Bisa Dapat BLT Rp 600.000? Untuk mendapatkan iuran kerja dari BPJS, begini tafsir Menteri Tenaga Kerja-Baca: Syarat Lengkap Cek Cara Mendapat Bantuan Rp 600.000 untuk Pegawai Swasta-Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan dengan pembayaran ini Dengan bantuan tunai, masyarakat, terutama pegawai berupah minimum, memiliki uang. Sebagian uangnya bisa mereka gunakan untuk konsumsi dan kebutuhan pokok.

“Sejak awal, saya selalu mengatakan bahwa dalam pandemi seperti ini, masyarakat membutuhkan uang atau uang untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Ia menyatakan.” Ungkap mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ini. , Kebijakan ini juga bisa mempercepat penyerapan warga. Anggaran rencana stimulus ekonomi (PEN). Bisnis keluarga dan UMKM kembali dan mulai berbisnis melihat tren terkini dalam data ekonomi, Sandi mengaku yakin Indonesia mampu mengatasi krisis ekonomi akibat pandemi yang terjadi saat ini. – “Saya optimis melihat sentra-sentra seperti pasar sudah pulih hingga 70%. Tapi sebenarnya omzetnya menurun. Tapi saya optimistis kita akan berdiri,” ujarnya.

Perlu diketahui bahwa pemerintah akan memberikan bantuan bulanan sebesar 600.000 rupiah kepada pekerja yang berpenghasilan kurang dari 5 juta rupiah. Sebagai stimulus untuk meningkatkan daya beli dan menghindari resesi ekonomi. Bantuan sebesar Rp 600.000 itu disebut dengan bantuan subsidi upah (BSU).

Rencanakan untuk memberikan bantuan Rp 600.000 sebanyak 4 kali. Erick Thohir, direktur jenderal Covid-19 dan Komite Manajemen Pemulihan Ekonomi Nasional, mengatakan bahwa bantuan korona akan dibayarkan ke rekening masing-masing pekerja segera setiap dua bulan untuk menghindari “penyalahgunaan”. Nilai nominal pemerintah adalah 1,2 juta rupiah.

Setiap karyawan akan menerima subsidi korona dengan total Rp 2,4 juta. Tujuan pemberian BSU kepada pegawai swasta adalah untuk mendorong konsumsi masyarakat agar perekonomian dapat menyusut dan pulih dari krisis.