Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah berencana menyesuaikan kembali cukai rokok (disebut juga harga rokok) pada tahun 2021, yang berbahaya bagi tembakau produsen tembakau. Bapak Al Khadziq mengatakan bahwa sebagai negara penghasil tembakau, ada sekitar 55.000 petani tembakau di wilayahnya yang terkena dampak rencana kenaikan pajak konsumsi.

Dia mengatakan bulan ini petani tembakau masih menurunkan produksi karena harga tembakau yang masih tinggi dan rendah .

Harga tersebut belum memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga belum ramai. Sebab, harga tembakau lebih rendah dari harga yang ditentukan, ”ujarnya dalam webinar Solusi Presisi bertajuk” Mengakhiri Kontroversi Kebijakan Pajak Konsumsi “, yang digelar di Jakarta, 23 Agustus 2020, Minggu. .-Khadziq mengatakan, selama pemerintah terus menaikkan pajak konsumsi, harga tembakau di kalangan petani tembakau akan terus turun.

Baca: Produsen tembakau menghadapi ketidakpastian harga jual

Tak pelak, industri tembakau katanya : “Kami akan terus menekan biaya bahan baku seperti tembakau. Ketika pajak konsumsi dikenakan pada bahan mentah, biaya dapat dikurangi, karena ada undang-undang dan tidak dapat menekan produksi atau tenaga kerja. Baca: Tiga Persamaan untuk Bahaya Rokok Elektronik dan Rokok Tradisional-Nirwala Dwi Haryanto esTimé, Direktur Teknik dan Panglima Umum Kepabeanan, menilai situasi ini mencerminkan banyak kepentingan industri rokok. Konon, itu tidak mudah karena ada manfaat kesehatan dan industri.