Laporan Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Badan Evaluasi dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah menyusun strategi pengelolaan tambang emas skala kecil (PESK) melalui sertifikasi. -Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam (TPSA) Asisten BPPT Yudi Anantasena menjelaskan, Sertifikasi Emas ASGM bertujuan untuk mengoptimalkan rantai pasokan komersial. Di Jakarta, Rabu (16/9/2020).

Menurutnya, mobilitas jangka panjang mengakibatkan penambang kecil hanya mendapatkan sebagian kecil keuntungan. Departemen ASGM juga memiliki pemasok merkuri.

“Jadi, jika emas ASGM disertifikasi, tidak hanya akan menaikkan harga, tapi juga mengurangi rantai merkuri dalam PESK,” jelas Yudi. — Dengan dukungan dari Coalition of Responsible Mining Non-Governmental Organizations (NGO), telah memperoleh sertifikasi emas di banyak negara termasuk Peru dan Kolombia.

LSM ini mendorong pengesahan PESK untuk melakukan perbaikan berkelanjutan dalam pengelolaan lingkungan, perlindungan sosial, keselamatan dan kesehatan.

Seperti yang dikatakan Ridwan Djamaluddin, Menteri Pertambangan dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya, masalah yang belum terselesaikan membuat hak masyarakat atas sumber daya alam belum terselesaikan. Dia menambahkan: “Dalam semangat perbaikan untuk memberikan manfaat jangka panjang dan perlindungan lingkungan, sebaiknya karena Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020, status pertambangan rakyat telah diperkuat,”