Laporan Reporter Tribunnews.com Reynas Abdila-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunda penyesuaian tarif tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang). Kondisi sosial ekonomi selama pandemi Covid-19.

Danang Parikesit, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), menekankan pentingnya Badan Usaha Milik Jalan Tol (BUJT) untuk terus meningkatkan standar pelayanan jalan tol (MPS) sesuai dengan standar minimum tol dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan jalan tol. Tuntutan Kualitas dan Harapan Tinggi.

Baca: Ridwan Kamil mengatakan tarif di Cipularang dan Padaleunyi akhirnya ditunda. Penurunan tarif tol Cipularang hanya berlaku untuk mobil pribadi- “Penundaan penyesuaian tarif tol berlaku untuk semua rombongan di ruas tol Cipularang dan Padaleunyi. Akibat keterlambatan tarif, pengguna semua rombongan tol akan membayar tol jarak jauh. Fee. Sesuai tarif awal, “kata Da Nang, Senin (9 September 2020).

Oleh karena itu, tarif jarak jauh Jalan Tol Chiprang adalah sebagai berikut: Kelas I Rp. Kelompok kedua Rp 39.500. Kelompok ketiga Rp 59.500. 79.500, Rp. 99.500 untuk kelompok IV, Rp.119.000 untuk kelompok V.

Untuk tol Padaleunyi, tol terjauh adalah Rp.9.000 untuk Grup I, Rp.15.000 untuk Grup II, Rp.17500, dan Rp untuk Kelas IV. 21.500, kelas V Rp.26.000. — Sebelumnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk selaku BUJT telah melakukan penyesuaian tarif pada dua ruas tol, dan mengacu pada Keputusan Menteri PUPR Nomor 1128 / KPTS / M / 2020 tentang Cikampek-Purwakarta-Padalarang tanggal 1 Juli 2020. Penyesuaian standar tol jalan tol dan Keputusan Menteri UPPR Nomor 1116 / KPTS / M / 2020 tanggal 26 Juni 2020 tentang penyesuaian standar tol ruas tol Padalarang-Cileunyi.