Reporter Tribunnews.com Yanuar Riezqi Yovanda melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Bank Indonesia (BI) meyakini nilai tukar rupee akan terus menguat seiring arus modal asing yang terus mengalir di pasar keuangan domestik. Presiden BI Perry Warjiyo mengatakan nilai tukar rupee naik dari level Mei 2020 menjadi point-to-point rata-rata apresiasi 3,75% pada 17 Juni 2020 atau rata-rata 5,69%. Ia mengatakan dalam conference call di Jakarta, Kamis (18/6/2020) .

Baca: Faisal Basri: Nilai tukar rupiah tidak akan menguat hingga akhir tahun

Baca: Faisal Basri: Semangat , Pertumbuhan ekonomi mungkin akan berkurang 3,9% Menurut Perry, berlanjutnya penguatan rupee didukung oleh melemahnya ketidakpastian di pasar keuangan global dan daya tarik yang tinggi dari aset keuangan domestik. Selain itu, ia menjelaskan, investor asing juga tetap menjaga kepercayaan terhadap prospek bersyarat tersebut. Ia mengatakan: “Bank Indonesia berkeyakinan bahwa nilai tukar rupiah secara fundamental underestimated, sehingga berpotensi untuk terus menguat dan mendukung pemulihan ekonomi domestik. “Di saat yang sama, potensi apresiasi rupee didukung oleh berbagai faktor, antara lain inflasi yang lebih rendah dan inflasi tetap, defisit transaksi berjalan yang lebih rendah, imbal hasil yang kompetitif pada aset keuangan domestik, dan penurunan premi risiko Indonesia. “Melalui efektivitas kebijakan pertukaran, Bank Indonesia akan terus memastikan penyelenggaraan mekanisme pasar dan ketersediaan likuiditas di pasar valas dan valuta asing. “