Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini sangat dibutuhkan, terutama untuk menjaga industri keuangan di tengah pandemi Covid-19. Piter Abdullah, direktur riset Center for Economic Reform (CORE), mengatakan meski ada pelonggaran pembatasan sosial skala besar (PSBB), aktivitas ekonomi masih terbatas.

Ini karena sejak pandemi, sektor aktual mengalami defisit, yang menyebabkan banyak sektor komersial ditutup. — Banyak UMKM yang pendapatannya nol, namun di sisi lain harus membayar kebutuhan dan biaya lainnya, dan akhirnya membayar uang muka dan bunganya. — Bacaan: OJK dinilai akan mendapatkan keuntungan bagi bank 7 tahun setelah berdirinya, dalam kondisi sulit, respon utama dunia usaha adalah memulai dengan pengurangan PHK dan meminimalkan arus kas.

I Industri sangat membutuhkan kebijakan untuk membantu pemulihan aktivitas ekonominya.

“Pemerintah dan OJK membuat kebijakan dan keputusan berdasarkan kemampuan mereka selama pandemi. Khususnya, restrukturisasi yang dipimpin OJK termasuk Xiaomi membawa angin segar bagi UKM,” kata Pete dalam webinar. , Jaringan tersebut berperan penting dalam merespon sistem keuangan OJK di tengah krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 di Jakarta beberapa waktu lalu. -OJK, kata Petel. Sejak awal pandemi, dia merespon dengan cepat restrukturisasi kredit.